![]() |
| Have you ever heard about The Break Bone Theory? |
"My name is Dexter, Dexter Morgan. I don't know what made me the way I am. But whatever it was, left a hollow place inside."
Seorang serial killer yang bingung dengan emosionalnya disatu sisi seorang pembunuh berantai yang banyak dilabelkan dengan tanpa nurani tapi disatu sisi dengan didikan ayahnya malah ngebuat dia berempati, dan disinilah peran penting orang tuanya. Ada satu yang ngebuat ini jadi sebuah judul Blog dan sepertinya beberapa kali tau satu kali gua pun lupa, yakni kalimat Lone wolf.
Lone wolf dalam bahasa Inggris sebenernya secara literal itu berasal dari dunia hewan, yang sudah jelas dari Wolf itu sendiri yang berarti serigala. Normalnya, serigala hidup berkelompok (wolf pack). Tapi ada serigala yang meninggalkan kawanan dan hidup menyendiri, disebut “lone wolf”, Fenomena biologis ini nyata, biasanya jantan dewasa yang diusir atau memilih menjauh untuk mencari wilayah/koloni baru. Namun, sejak akhir abad ke-19 istilah lone wolf mulai dipakai dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan manusia yang bersifat individualis, lebih suka berjalan sendiri tanpa bergantung pada kelompok. Seiring waktu, maknanya meluas: dari sekadar julukan bagi orang yang introvert atau independen, hingga dipakai dalam konteks kriminalitas dan politik modern untuk menyebut pelaku aksi tunggal yang bertindak tanpa organisasi.
Istilah tersebut benar-benar ngebuat gua ngerasa jatuh cinta sama istilahnya, Tapi juga ngebuat gua ngerasa terlunta. Ya, terdengar sendu dan dramatis, tapi inilah racun yang gua tumpahkan.
Pembahasannya emang ga terdengar korelatif, atau bahkan memang enggak sama sekali, Kemandirian yang dilakukan serigala tersebut menurut gua tidak akan pernah bisa dilabelkan untuk manusia, karena pada dasarnya Manusia tetap butuh sekitarnya, apapun dilakukan untuk bertahan hidup, Dua makhluk hidup ini memang gabisa disandingkan atau bahkan dipadankan, tetapi yang gua tekankan adalah apapun senandika yang gua ocehkan entah pembaca ini juga akan sama merasakannya, yang ngebuat diri gua dan kalian hidup adalah Monolog itu sendiri. Tulisan ini seakan gua seperti Remaja yang masih berdiri pada Idealismenya.
Monolog yang dilakukan Dexter juga ngebuat dia bimbang, bahkan terkesan canggung, apapun itu yang ngebuat lu ngerasa ngerugiin mereka, diabaikan, tidak terlalu dianggap, atau mungkin Monolog lu berkata bahwa mereka tidak menyukai kehadiran lu, silakan lu bermonolog sendiri tindakan yang lu lakukan, dan secara sadar juga Konsekuensi yang lu dapat apa, Apakah mereka akan membenci lu?, Kesendirian lu akan terus abadi tanpa isyarat apapun itu untuk terus hadir bahkan dimanapun posisi lu berada entah dalam keramaian ataupun keheningan, Ingat kesendirian lu bukan jadi tempat bermeditasi tapi jadi teman lu sendiri bahkan dikala lu mencaci hal tersebut dia cuma bisa tergerus disana dan tetap menemani sepanjang kehidupan lu. Dan bahkan tanpa sadar diri gua mengetik paragraf yang kalian baca ini adalah buah dari hasil dari Monolog gua sendiri yang kerap bertikai dan berusaha untuk menyampaikannya untuk diri sendiri.
