Minggu, 07 September 2025

lýkos mónos

 

Have you ever heard about The Break Bone Theory?


λύκος μόνος (lýkos mónos) → “serigala yang sendiri.”
Idiom ini sebenarnya gua temukan dalam bahasa Inggris yang sebenarnya ga pernah tau atau lupa kalau ada dan tentu saja bisa digunakan dalam sehari-hari tapi sebelumnya tulisan ini akan didasari oleh Series yang malah buat gua melek soal Kosakata dan bahkan sampai ke Idiom itu sendiri.

Selang 1 Tahun setelah perkuliahan benar-benar ngebuat gua sedikit skeptis soal apapun yang gua pelajari entah soal Bisnis, Kurva Ekonomi, Teknologi (dilatarbelakangi oleh Kampus yang mendorong Inovasi Teknologi) dan masih banyak lagi. Terlepas dari itu semua tindakan yang gua lakukan Mulai dari Pola pengambilan keputusan, Penambahan "Koneksi", Drama Sosial, bahkan sampai ke tingkat Politika Internal ataupun Eksternal semuanya gua lahap dan tanpa ketinggalan satu detikpun untuk menerima itu di satu pikiran, sekarang sudah Libur Semester Genap yang dimana waktu pemberhentian kian menipis, Kereta hampir sampai, dan sudah waktunya untuk tidak sedikitpun pindah jalur, atau bahkan rela memutus gerbong demi bisa tetap sampai kesana.

   Di Tiga bulan ini diselingi oleh pekerjaan sampingan yang sebenarnya ga berat-berat banget, lalu Nongkrong yang terjadi hanya satu minggu sekali kadang lebih karena dikelilingi teman pekerja dan senang dan sedih melihat mereka yang sudah beranjak dewasa bukan seperti anak kecil lagi, ditambah sedih juga melihat Tanggungan mereka dan keluhan mereka yang ternyata banyak yang harus dihadapi.
dalam Tiga bulan ini sebenarnya juga diselingi dengan menonton Serial barat yang ternyata mulai berpengaruh terhadap hal kecil dihidup gua, yaitu Dexter.

Bukan, ini bukan mau review, serial dari Tahun 2005-2013 yang intinya cuma seorang Forensik yang juga seorang serial killer (Pembunuh Berantai) yang dari Serial ini malah baru tau kalau Pembunuh Berantai dapat dikategorikan jika membunuh lebih dari 3. Di pembukaan awal gua nonton gua cuma ngeremeh-temehin bahwa "yailah, paling cuma series biasa yang jadi hiburan, belum ada lagi lah yang bisa ngebuka perspektif gua setelah Mr. Robot." dan pembukaan episodenya dibuka dengan kalimat yang awalnya ga gua perhatiin tapi setelah selesai semuanya gua dengar kembali yaitu,
"My name is Dexter, Dexter Morgan. I don't know what made me the way I am. But whatever it was, left a hollow place inside."

Seorang serial killer yang bingung dengan emosionalnya disatu sisi seorang pembunuh berantai yang banyak dilabelkan dengan tanpa nurani tapi disatu sisi dengan didikan ayahnya malah ngebuat dia berempati, dan disinilah peran penting orang tuanya. Ada satu yang ngebuat ini jadi sebuah judul Blog dan sepertinya beberapa kali tau satu kali gua pun lupa, yakni kalimat Lone wolf.

   Lone wolf dalam bahasa Inggris sebenernya secara literal itu berasal dari dunia hewan, yang sudah jelas dari Wolf itu sendiri yang berarti  serigala. Normalnya, serigala hidup berkelompok (wolf pack). Tapi ada serigala yang meninggalkan kawanan dan hidup menyendiri, disebut “lone wolf”, Fenomena biologis ini nyata, biasanya jantan dewasa yang diusir atau memilih menjauh untuk mencari wilayah/koloni baru. Namun, sejak akhir abad ke-19 istilah lone wolf mulai dipakai dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan manusia yang bersifat individualis, lebih suka berjalan sendiri tanpa bergantung pada kelompok. Seiring waktu, maknanya meluas: dari sekadar julukan bagi orang yang introvert atau independen, hingga dipakai dalam konteks kriminalitas dan politik modern untuk menyebut pelaku aksi tunggal yang bertindak tanpa organisasi.

Istilah tersebut benar-benar ngebuat gua ngerasa jatuh cinta sama istilahnya, Tapi juga ngebuat gua ngerasa terlunta. Ya, terdengar sendu dan dramatis, tapi inilah racun yang gua tumpahkan.

Pembahasannya emang ga terdengar korelatif, atau bahkan memang enggak sama sekali, Kemandirian yang dilakukan serigala tersebut menurut gua tidak akan pernah bisa dilabelkan untuk manusia, karena pada dasarnya Manusia tetap butuh sekitarnya, apapun dilakukan untuk bertahan hidup, Dua makhluk hidup ini memang gabisa disandingkan atau bahkan dipadankan, tetapi yang gua tekankan adalah apapun senandika yang gua ocehkan entah pembaca ini juga akan sama merasakannya, yang ngebuat diri gua dan kalian hidup adalah Monolog itu sendiri. Tulisan ini seakan gua seperti Remaja yang masih berdiri pada Idealismenya.

   
Monolog yang sering terjadi adalah apakah diri gua pantas mendapatkan lingkungan ini? Mungkin mereka cukup benci dengan sikap gua? dan sebagainya, rasa pengabaian juga ngebuat diri makin ngedorong untuk saatnya gua gamau ngerugiin mereka, terciptalah di benak kalimat Lone wolf  itu sendiri yang menggantung, Dilema yang dilontarkan Monolog ini juga bukan main-main dengan sengaja bertanya "emang lu yakin bisa hidup dengan jalanin karier lu sendirian?". dan sampai sekarang ga pernah nemuin jawabannya, biar itu tetap menggantung disana sampai terjatuh.

Monolog yang dilakukan Dexter juga ngebuat dia bimbang, bahkan terkesan canggung, apapun itu yang ngebuat lu ngerasa ngerugiin mereka, diabaikan, tidak terlalu dianggap, atau mungkin Monolog lu berkata bahwa mereka tidak menyukai kehadiran lu, silakan lu bermonolog sendiri tindakan yang lu lakukan, dan secara sadar juga Konsekuensi yang lu dapat apa, Apakah mereka akan membenci lu?, Kesendirian lu akan terus abadi tanpa isyarat apapun itu untuk terus hadir bahkan dimanapun posisi lu berada entah dalam keramaian ataupun keheningan, Ingat kesendirian lu bukan jadi tempat bermeditasi tapi jadi teman lu sendiri bahkan dikala lu mencaci hal tersebut dia cuma bisa tergerus disana dan tetap menemani sepanjang kehidupan lu. Dan bahkan tanpa sadar diri gua mengetik paragraf yang kalian baca ini adalah buah dari hasil dari Monolog gua sendiri yang kerap bertikai dan berusaha untuk menyampaikannya untuk diri sendiri.




lýkos mónos

  Have you ever heard about The   Break Bone Theory? λύκος μόνος (lýkos mónos) → “serigala yang sendiri.” Idiom ini sebenarnya gua temukan ...